Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta menggelorakan semangat kebinekaan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Kantor KPH Purwakarta, Senin (17/08).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Administratur/KSKPH Purwakarta, Mulyana Kurniawan, dan diikuti oleh jajaran manajemen KPH Purwakarta, karyawan dan karyawati, outsourcing, serta siswa PKL. Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat tradisional atau pakaian khas daerah sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Dalam keterangannya, Wakil Administratur/KSKPH Purwakarta, Mulyana Kurniawan, menyampaikan bahwa upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan kegiatan rutin tahunan yang wajib dilaksanakan. Namun, pada peringatan kali ini, seluruh peserta upacara mengenakan pakaian tradisional atau pakaian adat daerah sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
“Pakaian adat daerah bukan tanpa alasan melainkan agar setiap insan Perhutani khususnya KPH Purwakarta memiliki kebanggaan terhadap budayanya masing-masing dan melestarikannya sebagai wujud cinta tanah air dan bangsa dalam kerangka kebhinekaan, bhineka tunggal ika yang artinya berbeda-beda namun tetap satu jua yang melambangkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman suku bangsa yang berbeda-beda dengan kekhasan dan karakteristik budaya yang mempunyai nilai luhur yang akan semakin kuat dan kokoh dengan semangat persatuan dalam kerangka Negara Kesatuan yang berazaskan Pancasila dengan semboyan atau prinsip bhineka tunggal ika”, terangnya.
“Semangat kebhinekaan ini juga perlu diimplementasikan secara luas dalam lingkup kerja di Perhutani dalam mendukung dan merealisasikan pengelolaan sumber daya hutan yang lestari dan berkelanjutan dengan kolaborasi, sinergi yang baik dengan internal maupun eksternal atau stakeholder”, tambahnya.
Sementara itu, Masdi Kasi Madya Keuangan ,SDM, Umum dan IT KPH Purwakarta, mengatakan bahwa peringatan dirgahayu kemerdekaan kali ini lebih berbeda dari tahun sebelumnya karena dalam balutan pakaian daerah yang melambangkan semangat kebhinekaan dalam persatuan.
“Perbedaan atau keberagaman dalam hal apapun bukanlah suatu penghalang melainkan aset yang dapat dikelola dengan baik menjadi sesuatu kekuatan untuk mencapai tujuan dengan optimal, Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”, tandasnya. (Kom-PHT/Pwk/Fyk)