Perhutani Perkuat Agroforestry Kopi dan Pembinaan LMDH di KPH Tasikmalaya

Sinergi Tanggal: 2026 - 09 - 03 116 views Penulis: Galang
Perhutani Perkuat Agroforestry Kopi dan Pembinaan LMDH di KPH Tasikmalaya
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Perhutani memastikan pelaksanaan PKS Agroforestry Komoditas Kopi berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mendorong optimalisasi potensi kawasan hutan melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan. Selain monitoring kerja sama, kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan pembinaan kelembagaan LMDH sebagai mitra Perhutani dalam mendukung pengelolaan dan keamanan kawasan hutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Departemen Pengembangan Kemitraan Produktif Wahyu Dwi Hadmojo beserta staf khusus, jajaran Departemen Sumber Daya Hutan Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Administratur/KKPH Tasikmalaya Danu Prasetyo beserta jajaran Asper/KBKPH Tasikmalaya, serta Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Karaha Harum Lestari Ujang Supratmana bersama para anggota.

Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, menyampaikan bahwa pengembangan agroforestry komoditas kopi menjadi salah satu langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi kawasan hutan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Monitoring ini penting untuk memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan. Kami ingin pengembangan komoditas kopi dapat terus berkembang, memberikan nilai tambah bagi masyarakat, serta tetap berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian kawasan hutan,” ungkapnya.

Selain monitoring PKS, kegiatan juga diisi dengan pembinaan kepada LMDH Karaha Harum Lestari. Pembinaan diarahkan pada penguatan pemahaman dan peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan hutan, menjaga keamanan kawasan, serta mengembangkan kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Ketua LMDH Karaha Harum Lestari, Ujang Supratmana, menyambut baik kegiatan monitoring dan pembinaan yang dilakukan Perhutani bersama jajaran Divisi Regional Jawa Barat dan Banten serta Kantor Pusat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi dan perkembangan kegiatan di lapangan sekaligus mendapatkan arahan dalam pengembangan kemitraan.

“Kami sangat mengapresiasi adanya monitoring dan pembinaan secara langsung. Bagi kami, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dengan Perhutani, mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan, sekaligus mendapatkan arahan agar pengelolaan agroforestry kopi dapat semakin baik dan memberikan manfaat bagi anggota LMDH,” ujarnya.

Ujang menambahkan bahwa masyarakat memiliki komitmen untuk terus menjaga kawasan hutan sekaligus mengembangkan kegiatan agroforestry secara bertanggung jawab.

“Kami bersama anggota siap mendukung Perhutani dalam menjaga kelestarian dan keamanan hutan. Harapannya, kemitraan ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga kegiatan ekonomi dapat berkembang tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” tambahnya.

Danu menegaskan bahwa keberadaan LMDH memiliki peran penting sebagai mitra Perhutani dalam membangun pengelolaan hutan yang kolaboratif.
“LMDH merupakan mitra strategis Perhutani di tingkat lapangan. Karena itu, komunikasi dan pembinaan harus terus diperkuat agar terbangun kesamaan pemahaman, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjaga hutan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Melalui monitoring PKS Agroforestry Komoditas Kopi dan pembinaan LMDH tersebut, Perhutani KPH Tasikmalaya berharap kemitraan yang telah terbangun dapat semakin kuat dan memberikan manfaat berkelanjutan. Pengembangan kopi diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan kawasan hutan yang produktif dengan tetap memperhatikan fungsi dan kelestarian hutan.

Perhutani KPH Tasikmalaya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara jajaran Perhutani dan masyarakat desa hutan melalui kemitraan yang produktif, komunikasi yang terbuka, serta pembinaan yang berkesinambungan. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar hutan.